RSS

Warung Talaga, Warung Tahu

30 Mar

Yup, kuliner Bandung kali ini yaitu ke Warung Talaga.

“Warung Talaga dengan konsep “Uniquely Tofu” adalah sebuah persembahan dari Tahu Yun Sen yang sudah terkenal di Bandung sejak tahun 1938.

Dengan konsep suasana sebuah “warung”, Warung Talaga menyajikan berbagai macam menu yang sangat unik dan lezat. Mulai dari berbagai macam cemilan tahu, mulai dari Tahu Bodo yang super pedas, Tahu Gondrong, Tahu Kriuk yang super “kriuuuukk” dan masih banyak cemilan tahu lainnya.

Selain cemilan tahu, Warung Talaga yang menyajikan hidangannya dengan peralatan warung yang sangat unik, juga menyajikan hidangan nasi yang sangat menggoda selera, seperti Nasi Bakar Bodo, Nasi Bumbung, Nasi Goreng Kuning, dan Nasi Goreng Tek Tek.

Hadir di Paris Van Java Glamour level D-12A dan Ci-Walk Mall IB-07 LG, Warung Talaga melengkapi wisata kuliner Bandung yang harus Anda coba selagi berada di Bandung.  Wisata Kuliner Bandung belum lengkap sebelum Anda mencoba yang satu ini.”

noooh tulisan itu diquote dari web nya warung talaga sendiri. jd monggo pada dibaca aja sendiri yah *rame2 jg boleh, apasih nooy*. Ok, per tgl 23 Maret 2012 lalu, saya dan teman saya sengaja maen ke PVJ. Trus memang niat mau makan disana, sebelumnya nyari info tempat makan yang beda. Ok, akhirnya memutuskan ke Warung Talaga. Untuk tempatnya yang di PVJ ini lebih kecil dibandingkan yang di Ciwok Ciwalk.

Pas masuk langsung dilayani sama pelayannya, dia sigap nganterin ke meja makan dan kasih menu. Karena waktu itu first time ke Warung Talaga, hampir semua menunya ditanya. Untungnya di menunya sendiri ada gambar cabe (menu pedas) dan jempol (menu jagoan) jadi ngemudahin buat newbie seperti kami hahahha :3 Cekidot penampakan menunya

Menu Warung Talaga

Menu Warung Talaga *fotonya kepotong -.-“*

Dengan bantuan menu yang edukatif dan pelayannya yang baik hati akhirnya saya ambil menu tahu beletok (mirip batagor), nasi bakar bodo (nasi bakar yang dicampur sama tahu bodo), dan teh teko (teh tawar hangat yang disajikan dalam teko ukuran sedang trus dikasih 2 gelas kosong dan 1 gelas isi gula batu). Sedangkan teman saya masih galau dengan menu tahu yang banyak. Sekitar 10menitan datanglah semua menu saya, jeng jeng *suara gitar bang haji rhoma*

Tahu Beletok

Tahu Beletok + sambal kecap (kecap + cengek)

Nasi Bakar Bodo

Nasi Bakar Bodo (disajikan dalam daun pisang)

Teh Teko

Teh Teko *suka banget sama gula batunya :9*

Makanan saya sudah komplit, eh teman saya baru mau pesan. Dia pesan Tahu Bodo Belet (6 cabe bodo), tahu ini memang andalannya warung talaga, saya gx pesan ini karena tahunya dimasak setengah matang gitu, gx kering *pecinta yg kering2 booo*. Gx pake lama, Tahu Bodo Belet punya teman datang juga, eng ing eeeng

Tahu Bodo Belet

Tahu Bodo Belet *mantaf cukup pedas juga ternyata*

Teman saya yang memang level kemampuan pedasnya sedang *saya tinggi B)* gx mampu ngabisin tahu bodonya, malah kenyang dia minum teh tekonya hahahhaha. Jadinya saya dengan suka rela menghabiskannya *emang dasarnya maruk*. Tapi ada yang aneh, makanan saya sudah habis, tapi perut masih lapar. Dari awal saya memang mau pesan tahu buntel (tahu yang dibungkus dengan kulit pangsit dan digoreng garing dengan isian sayur dan ayam), salah satu menu favorit di warung talaga juga. Tapi waktu di awal saya mau pesan ternyata habis, eh iseng saya tanya ketersediaan *halaah bahasanya* tahu buntel, alhamdulillah ternyata lg dibikin lagi katanya, yeaaaah akhirnya langsung pesan deh *lapar apa doyan, noy?* hahhaha. Gx pake lama, langsung datang tuh tahu inceran saya, jeng jeng *bang haji rhoma lewat lagi*

Tahu Buntel

Tahu Buntel + sambal tomat? gx pedes soalnya hahhaha

Akhirnyaaa setelah semua menu habis, kenyang juga *kalo gx kenyang, keterlaluan weee*. Mau review ah tiap menunya:

  1. Tahu Beletok = gx jauh beda sama batagor, diatasnya ada bawang daun gitu, disajikan panas, sambalnya manis (rate: 1/5)
  2. Nasi Bakar Bodo = nasinya standar nasi bakar lainnya, cuman dicampur tahu bodo, lumayan pedas, disajikan panas juga, sayangnya gx ada isian lauknya layaknya nasi bakar di tempat lain (rate: 2/5)
  3. Teh Teko = tehnya disajikan panas, klo gx pake gula layaknya teh tawar biasa, uniknya gulanya gula yang dah jarang ditemuin, gula batu (rate: 3/5)
  4. Tahu Bodo Belet = enak, cukup pedas, disajikan panas (rate: 3/5)
  5. Tahu Buntel = tahunya enak banget, ada isian sayur sama ayamnya, disajikan panas tapi sambalnya gx pedas (rate: 4/5)

Perut kenyang, langsung menuju kasir. Berikut rinciannya *lupa gx foto billnya waktu itu* : Beletok (Rp 9.000) + Bodo Belet (Rp 18.000) + Nasi Bakar Bodo (Rp 15.000) + Tahu Buntel (Rp 13.500) +Teh Teko (Rp 7.500) = Rp 63.000.

Pengalaman makan di warung talaga datar aja, gx puas dan gx kecewa. Well, yang tertarik boleh tuh ke warung talaga, menu tahunya banyak juga. Sampai jumpa di kuliner berikutnyaa😉

Overall review:

  • rasa: 2/5 (datar yah, paling cuman yg andalannya si bodo dan buntel yang beda)
  • porsi: 1/5 (sedikit, tidak sesuai dengan harga)
  • tempat: 2/5 (kecil dan ruang gerak terbatas)
  • pelayanan: 5/5 (bagus dan ramah pelayannya)
  • harga: 1/5 (mahal dibandingkan sama porsi dan rasanya)
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 30, 2012 in Bandung, Kuliner

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: